Pilih Laman
inChanger

Uang kripto yang memiliki maskot anjing Shiba bernama Dogecoin telah membuat beberapa orang menjadi miliuner baru.

Kapitalisasi pasar (market cap) Dogecoin per tanggal 19 April 2021 mencapai US$ 52,65 miliar, setara Rp 763,425 triliun (asumsi Rp 14.500).

Harga tertinggi Dogecoin sepanjang masa hanya US$ 0,438 per koin yang dicapai pada akhir pekan lalu. Dogecoin telah memberikan return hingga 6.000% dalam setahun terakhir.

Adapun orang kaya baru gara-gara Dogecoin adalah seseorang asal Los Angeles, AS. Ia mulai berinvestasi di Dogecoin pada Februari setelah mempelajari pro dan kontra uang kripto ini.

Dia memutuskan memborong Dogecoin dengan seluruh uang tabungannya senilai US$ 188.000 atau setara Rp 2,73 miliar. Pria berusia 33 tahun yang tak ingin identitasnya ini diungkap ke publik memborong 5 juta Dogecoin.

Bagai ketiban durian runtuh, dana berkembang sampai berpuluh-puluh kali lipat. Di platform trading Robin Hood tercatat dananya itu kini bernilai US$ 1,88 juta atau setara Rp 27,26 miliar.

Pria tersebut menyampaikan jika dirinya menemukan Dogecoin, dan melakukan penelitian intensif selama seminggu tentang semua pro dan kontranya.

“Saya kemudian memutuskan (Dogecoin) sangat undervalue (di bawah harga sebenarnya). Saya menjual semua saham dan mengosongkan rekening bank saya dan menaruh seluruhnya di Dogecoin. Sisanya adalah sejarah,” ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (21/4/2021).

Orang kaya lain yang ketiban durian runtuh dari Dogecoin adalah pengguna media sosial Reddit. Ia memposting foto kepemilikan Dogecoin mereka di aplikasi investasi Robinhood.

“Hai teman-teman, saya baru saja menjadi jutawan dari Dogecoin,” kata pengguna tersebut, menunjukkan saldo US$ 1,08 juta di akunnya, seperti dikutip dari CNBC International.

Meski sudah melahirkan banyak orang-orang kaya baru namun beberapa analis mengkhawatirkan mata uang kripto ini. Salah satunya David Kimberley, analis Freetrade, aplikasi investasi di Inggris.

“Kebangkitan Dogecoin adalah contoh klasik dari teori bodoh yang lebih besar yang sedang dimainkan,” ujar David Kimberley.

“Orang-orang membeli cryptocurrency, bukan karena mereka pikir itu memiliki nilai yang berarti, tetapi karena mereka berharap orang lain akan membelinya kemudian harga naik dan setelahnya mereka dapat menjual dan menghasilkan uang dengan cepat.”

Jika semua orang melakukan hal ini, maka gelembung akhirnya harus meledak dan anda akan ditinggalkan jika tidak keluar tepat waktu. Dan tidak mungkin dipastikan kapan hal tersebut bakal terjadi.

“Ini adalah kasus ganda di pasar kripto dimana sekelompok kecil pemain sering memegang sebagian besar koin yang beredar. Itu berarti hanya perlu satu orang untuk menjual semua kepemilikan mereka untuk seluruh pasar untuk ambruk,” tegasnya.

Salah satu pendiri Dogecoin Billy Markus juga mencoba mengingatkan orang agar tetap terlalu terjebak pada euforia dan menjaga akal sehat mereka selama berinvestasi di aset yang tidak stabil seperti cryptocurrency.

“Euforia adalah obat yang luar biasa, tapi setidaknya tetaplah membayar tagihan Anda dan memberi makan keluarga Anda dan memiliki dana cadangan yang aman,” tulisnya di akun twitter pribadinya.

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210424113101-37-240501/ini-sosok-miliuner-ketiban-durian-runtuh-gegara-dogecoin

inChanger