Pilih Laman
inChanger

Harga ‘mata uang’ kripto (cryptocurrency) kembali rebound ke zona hijau pada perdagangan Senin (26/4/2021) pagi hari ini, setelah sepanjang pekan lalu mengalami pelemahan parah akibat aksi jual (profit taking) investor.

Berdasarkan data dari Investing pukul 10:00 WIB, harga Bitcoin kembali menguat 3,33% ke level harga US$ 51.973,40 atau setara dengan Rp 752.574.832 (asumsi US$ 1 = Rp 14.480), Ethereum meroket 9,15% ke US$ 2.448,42 atau Rp 35.453.122, Litecoin tumbuh 3,68% ke US$ 238,57 atau Rp 3.454.494.

Berikutnya Ripple melesat 6,07% ke US$ 1,13 atau Rp 16.362 dan Cardano melonjak 4,92% ke US% 1,17 atau Rp 16.942.

Harga ‘mata uang’ kripto (cryptocurrency) kembali rebound ke zona hijau pada perdagangan Senin (26/4/2021) pagi hari ini, setelah sepanjang pekan lalu mengalami pelemahan parah akibat aksi jual (profit taking) investor.

Berdasarkan data dari Investing pukul 10:00 WIB, harga Bitcoin kembali menguat 3,33% ke level harga US$ 51.973,40 atau setara dengan Rp 752.574.832 (asumsi US$ 1 = Rp 14.480), Ethereum meroket 9,15% ke US$ 2.448,42 atau Rp 35.453.122, Litecoin tumbuh 3,68% ke US$ 238,57 atau Rp 3.454.494.

Berikutnya Ripple melesat 6,07% ke US$ 1,13 atau Rp 16.362 dan Cardano melonjak 4,92% ke US% 1,17 atau Rp 16.942.

Pergerakan Mata Uang Kripto Terbaik

Bitcoin kembali menguat, setelah ambles selama 6 hari dan kembali melewati level US$ 52.000 karena tren bullish kembali terjadi dan mendorong harga lebih tinggi pada jam-jam awal perdagangan Asia hari Senin.

Trader berspekulasi apakah bitcoin mungkin kembali mengoreksi. Harga anjlok minggu lalu terbesar sejak Februari, di tengah kekhawatiran bahwa proposal Presiden AS Joe Biden untuk menaikkan pajak capital gain pada cryptocurrency dan investasi lainnya mungkin dapat membebani pasar kripto.

Rencana Biden menaikkan pajak atas capital gain menjadi 39,6% masih akan membayangi pergerakan pasar saham di Amerika Serikat (AS), termasuk juga pasar mata uang kripto. Kebijakan pajak tersebut bakal membuat beban potongan pajak yang dinikmati seperlima investor individu terkaya AS terpangkas rata-rata hingga 20% lebih.

Rencana tersebut telah membuat bursa saham AS tertekan pekan lalu, demikian juga dengan bursa mata uang kripto yang lagi naik daun. Tekanan terutama terlihat di pasar mata uang digital tersebut, setelah nilai pasarnya merosot US$ 200 miliar dalam sepekan atau setara dengan Rp 2.900 triliun.

Koreksi ini wajar terjadi karena sepanjang tahun berjalan saja, harga Bitcoin telah melesat 66% sementara Ethereum melambung hingga lebih dari 200%.

Harga Bitcoin pada Sabtu pekan lalu anjlok 15,1% menjadi US$ 49.254,75. Artinya, dalam sepekan ini harga mata uang kripto terpopuler ini drop US$ 11.608/keping, atau setara Rp 168,5 juta.

Posisi harga tersebut kian jauh dari level tertinggi sepanjang masanya pada 13 Maret 2021 sebesar US$ 61.606,06 (Rp 895,6 juta). Sementara itu, Ethereum juga anjlok 5,2% ke level US$ 2.234,56 per unit, setelah pada Sabtu pekan lalu berada di level US$ 2.392,52 /unit.

“Bagi investor ritel yang baru masuk, strateginya tetap sama yakni jangan taruh seluruh telur di satu keranjang dan tempatkan sedikit dari portofolio anda ke mata uang kripto… Tak peduli anda kaum garis keras yang percaya pada mata uang kripto atau tidak, diversifikasi adalah kunci,” tutur Eric Demuth, CEO broker mata uang digital Bitpanda, pada CNBC International.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210426102245-17-240786/wow-harga-kripto-kompak-ngamuk-lagi-hanya-dogecoin-nyungsep

inChanger