Pilih Laman
inChanger

Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia mencatat, minat perempuan untuk berinvestasi di aset kripto tergolong tinggi.

Menurut COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan, saat ini sudah banyak perempuan yang melakukan investasi di aset kripto. Menurut dia, setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan dari jumlah investor aset kripto kaum hawa.

Sampai saat ini, dari 5 juta total investor aset kripto di Indonesia. Nenariknya, kaum hawa menyumbang 20% investor aset kripto tersebut atau sekitar 1 juta orang.

“Sejak kemunculan teknologi ini dan meluasnya dampak blockchain dan aset kripto, sejumlah wanita banyak yang telah memainkan peran utama dalam mengembangkan pengaruh global blockchain dan kripto,” kata Teguh Kurniawan, dalam paparannya, dikutip Jumat (30/4/2021).
Tren tersebut rupanya juga sejalan dengan yang terjadi di global. Meltem Demirors, CSO CoinShares sebuah Firma Investment Digital Asset menyatakan bahwa sebesar 80% wanita di Amerika Serikat (AS) mengontrol kekayaan dalam keluarganya.

Sedangkan, berdasarkan data World Economic Forum, Indonesia saat ini menduduki posisi ke-7 sebagai negara dengan kesetaraan gender terbaik di Asia Tenggara.

“Perempuan memiliki kemampuan yang kuat untuk memajukan industri aset kripto dalam jangka panjang,” ujar Teguh.

Selain itu, perempuan dapat memberikan dampak yang begitu besar pada industri ini. Karena itulah, kata dia, asosiasi pedagang kripto harus terus memperkuat dengan memotivasi lebih banyak perempuan untuk ikut serta dalam memahami industri aset kripto. Dengan demikian, aset kripto mampu mempertahankan perkembangan yang signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ia juga menekankan, di era digital ini, perempuan tidak hanya harus melek teknologi, namun juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan berbasis digital. Hal itu penting bagi perempuan agar tidak terjerumus investasi bodong.

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20210430184205-21-242319/dari-5-juta-investor-kripto-ri-1-juta-di-antaranya-perempuan

inChanger